Senin, 22 Juni 2020

Cari Jurnal untuk Tugas Kuliah dan Skripsi? Buka 10 Situs Jurnal Gratis Ini


“Cari Jurnal untuk Tugas Kuliah dan Skripsi? Buka 10 Situs Jurnal Gratis Ini”

       Mahasiswa pasti sudah tidak asing lagi dengan jurnal ilmiah. Jurnal ilmiah juga sering dikenal dengan sebutan jurnal akademik. Jurnal biasanya digunakan oleh mahasiswa dalam membuat karya ilmiah seperti makalah, kertas kerja, skripsi, tesis, maupun disertasi. Jurnal merupakan tulisan khusus yang memuat artikel suatu bidang ilmu tertentu. Sedangkan jurnal ilmiah merupakan publikasi ilmiah dari hasil-hasil penelitian/riset atau kajian yang dapat dipertanggung jawabkan secara Ilmiah. 

Jurnal ilmiah memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Fungsi registration, yakni fungsi mempublikasikan kepemilikan ide dan membangun penulis untuk berpikir kreatif. Dengan menulis jurnal juga maka penulis mendaftarkan penemuannya dan kepemilikan hak atas temuan dan mendokumentasikan temuan tersebut  
  2. Fungsi dissemination adalah fungsi akses, yakni jurnal memiliki fungsi sebagai penyampai informasi antara peneliti dengan pencari informasi mengenai topik yang dibahas dalam jurnal dan juga mendapat pengakuan dari audiens atau pembaca
  3. Fungsi certification yakni fungsi untuk mendapatkan pengakuan atas penelitian (dan penelitiya) melalui penerbitan pada jurnal bereputasi dan bermutu, untuk membangun reputasi dan menentukan kualitas jurnal yang muncul berikutnya
  4. Fungsi archival record adalah fungsi untuk membuat rekaman permanen atas hasil penelitiannya dan sebagai arsip ilmu pengetahuan
Jenis Jurnal Ilmiah sebagai berikut :

  • Professional or Trade Jurnal 
Trade Jurnal biasanya memenuhi klasifikasi sebagai berikut:
- Ditargetkan pada profesi atau industri tertentu
- Berisi berita terkini, pendapat atau saran praktis tentang produk baru
- Berisi ulasan yang menginformasikan tentang isu dalam industri atau sebuah profesi

  • Popular Jurnal
Popular Jurnal adalah jurnal yang berisi cerita, pendapat, tulisan feature, dan editorial yang memiliki tujuan untuk menghibur pembacanya. Karena bertujuan untuk menghibur, popular jurnal harus ditulis dengan bahasa yang mudah dimengerti. Popular Jurnal yang diterbitkan biasanya mengandung iklan, ilustrasi dan foto-foto yang bagus. Contoh jurnal populer adalah majalah Time, Vogue, People Magazine, dan lain sebagainya.

  • Scholarly Jurnal
Jurnal yang satu ini lebih dikenal sebagai jurnal ilmiah yang disusun berdasarkan prinsip akademik dan membahas satu bidang tertentu. Penerbitan jurnal ini harus teratur dengan memakai interval waktu tertentu dan bertujuan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan.


       Salah satu fungsi jurnal ilmiah adalah untuk mendapatkan permasalahan yang bisa dijadikan sebagai dasar penulisan latar belakang masalah skripsi/tesis. Beberapa situs Jurnal yang dapat diakses secara gratis sebagai berikut : 

1. Perpusnas (e-resources.perpusnas.go.id)
Untuk memenuhi kebutuhan pemustaka, perpusnas melanggan berbagai bahan perpustakaan digital online (e-Resources) seperti jurnal, e-book, dan karya-karya referensi online lainnya. Untuk menggunakan layanan koleksi digital online Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) kita harus memiliki nomor anggota yang sah yang dapat dilakukan pendaftaran secara online melalui http://keanggotaan.perpusnas.go.id

2. Scholar Google/Google Cendekia (scholar.google.co.id)
Scholar Google adalah salah satu layanan google yang belum diketahui banyak orang. Layanan google  ini sangat berguna bagi pelajar atau mahasiswa yang sering mengerjakan makalah. Layanan ini memungkinkan kalian untuk mencari jurnal, menyimpan sumber ke 'perpustakaan pribadi' kalian dan mendapatkan kutipan dengan cepat. Google Cendekia bertujuan menyusun artikel seperti yang dilakukan peneliti, dengan memperhatikan kelengkapan teks setiap artikel, penulis, publikasi yang menampilkan artikel, dan frekuensi penggunaan kutipan artikel dalam literatur akademis lainnya.

3. Academia (academia.edu)
Academia merupakan jejaring sosial akademik yang membahas tentang penelitian atau hal-hal yang berhubungan dengan akademik. Academia juga dapat digunakan sebagai  tempat mempublikasikan ilmiah gratis, mencari referensi serta perkenalan peneliti luar negeri maupun dalam negeri dan juga dapat bertukar informasi hasil penelitian. Untuk mengakses academia pengguna dapan mengakses via Akun Google atau Facebook

4. Jurnal Online LIPI (isjd.pdii.lipi.go.id)
Situs ISJD berisi kumpulan jurnal ilmiah yang terbit di Indonesia dan diserahkan ke PDII-LIPI untuk diseminasikan. Jurnal yang saat ini dapat diakses yaitu 15,143 jurnal baik dari Perguruan Tinggi maupun Lembaga Penelitian dengan lebih dari 401,601 artikel. Situs ini sebagai ajang komunikasi ilmiah peneliti, akademisi, industri, dan masyarakat umum khususnya di Indonesia, maupun di tingkat internasional. Situs ini dapat menjadi ajang komunikasi bagi komuinitas ilmiah di Indonesia. Pengguna dapat mencari melalui judul artikel, subjek, pengarang, penerbit berdasarkan nama jurnal. Prototipe Decision Support System (DSS) Jurnal Ilmiah Indonesia yang terdapat dalam situs ini untuk mengetahui produktivitas Penulis, Penerbit, Lembaga dan Bidang Keilmuan yang berkomunikasi dalam jurnal ilmiah Indonesia. 

5. IOSR Jornals (iosrjournals.org)
IOSR ini kepanjangannya adalah International Organization of Scientific Research. IOSR merupakan asosiasi ilmuan, peneliti, profesor, manajer, insinyur, yang bergelut di bidang farmasi, teknik, manajemen, ilmu terapan dan matematika. Jurnal IOSR adalah Jurnal Internasional. Anda dapat memeriksa papan editorial dan makalah yang diterbitkan. Jurnal IOSR diterima secara global. Jurnal IOSR adalah Jurnal yang diindeks secara luas. Makalah yang diterbitkan Jurnal IOSR diindeks di dunia atas pengindeksan seperti iklan NASA, Cross Ref, ArXiv, Google Cendekia, Direktori Cabell, Host EBSCO, Index Copernicus, ANED (American National Engineering Database), Ulrich Web dan banyak lagi. 

6. FreeFullPDF (freefullpdf.com)
Situs ini menyediakan jurnal berbahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Situs  ini menyediakan jurnal, e-book, skripsi dan tesis yang dapat di download dalam bentuk pdf. Di situs ini tercakup semua mata pelajaran ilmiah dan semua konten tersedia secara bebas dalam format PDF.

7. GARUDA Garba (garuda.ristekbrin.go.id)
Garuda (Garba Rujukan Digital) adalah portal penemuan referensi ilmiah Indonesia yang merupakan titik akses terhadap karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi dan peneliti Indonesia. Garuda yang mencakup antara lain e-journal domestik, tugas akhir mahasiswa, dan laporan penelitian dikembangkan oleh Direktorat P2M-Dikti Kemdiknas RI. Garuda juga telah mengakusisi Indeks Publikasi Indonesia (IPI) pada tanggal 4 Juli 2018 lalu.

8. Ijea (ijeajournal.kemdikbud.go.id
Jurnal Penilaian Pendidikan Indonesia (IJEA) adalah jurnal nasional yang menyediakan sumber informasi ilmiah bagi para peneliti, praktisi, guru, dosen di dunia akademis. Ijea menerbitkan makalah penelitian asli, artikel review dan studi kasus yang berfokus pada penilaian pendidikan, evaluasi pendidikan, kebijakan penilaian, pembelajaran pendidikan, ICT dalam penilaian, serta topik terkait. Semua makalah ditinjau terlebih dahulu oleh setidaknya dua peninjau. IJEA diterbitkan dan dicetak oleh Pusat Pengkajian dan Pembelajaran - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

9. CiteSeerx (citeseer.ist.psu.edu)
CiteSeerx adalah perpustakaan digital literatur ilmiah yang terus berkembang dan mesin pencari yang berfokus terutama pada literatur di bidang komputer dan ilmu informasi. CiteSeerx bertujuan untuk meningkatkan penyebaran literatur ilmiah dan untuk menyediakan peningkatan fungsionalitas, kegunaan, ketersediaan, biaya, kelengkapan, efisiensi, dan ketepatan waktu dalam akses pengetahuan ilmiah dan ilmiah. Alih-alih hanya menciptakan perpustakaan digital lainnya, CiteSeerx berupaya menyediakan sumber daya seperti algoritme, data, metadata, layanan, teknik, dan perangkat lunak yang dapat digunakan untuk mempromosikan perpustakaan digital lainnya. CiteSeerx telah mengembangkan metode dan algoritma baru untuk mengindeks artikel penelitian PostScript dan PDF di Web.

10. DOAJ  (doaj.org)
DOAJ (Directory of Open Access Journals) diluncurkan pada 2003 yang menyediakan jurnal dengan akses terbuka yang mencakup semua bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran, ilmu sosial dan sastra. Untuk membantu perpustakaan dan pengindeks memperbarui daftar mereka, DOAJ mempublikasikan daftar jurnal yang telah diterima. DOAJ menerbitkan informasi untuk penerbit di situs ini untuk membantu penerbit mematuhi prinsip penerbitan dan untuk membantu mereka dalam menyelesaikan aplikasi. DOAJ juga menerbitkan daftar FAQ yang relevan untuk semua anggota komunitas penerbitan, terutama perpustakaan dan penulis. Semua informasi di situs ini tersedia untuk anggota dan bukan anggota. DOAJ berkomitmen untuk 100% mandiri dan mempertahankan semua layanan dan metadata-nya dengan gratis untuk digunakan untuk semua orang.

Sosial media kami :
Line : @bsk6272o
Instagram : @hmps.statistika.unm
Facebook : Hmps Statistika Fmipa UNM
Youtube : HMPS Statistika FMIPA UNM
Blog : hmps-statistika-fmipa-unm.blogspot.com

Share:

Selasa, 19 Mei 2020

Analisis Faktor

ANALISIS FAKTOR

Dalam melakukan penelitian, terkadang kita perlu menganalisis faktor yang dapat menerangkan varians yang akan diteliti. Hal ini sangat penting dilakukan sehingga kita dapat mengurangi jumlah data atau meringkas sejumlah variabel menjadi lebih kecil jumlahnya. Setelah mengurangi atau meringkas data kita dapat menemukan variabel-variabel atau faktor-faktor yang dominan atau penting untuk dianalisa lebih lanjut. Teknik yang digunakan yaitu Analisis Faktor.

Apa itu Analisis Faktor? Apa tujuan dari Analisis Faktor? Dan hal lain apa yang harus kita ketahui tentang analisis faktor?

Mengetahui lebih lanjut tentang Analisis Faktor, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu Analisis? Dalam bidang matematika, logika, analisis merupakan proses pemecahan suatu masalah kompleks menjadi bagian-bagian kecil sehingga bisa lebih mudah dipahami. Dalam linguistik, analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam.

Analisis Faktor merupakan salah satu teknik statistika yang digunakan untuk memberikan deskripsi yang relatif sederhana melalui reduksi jumlah peubah yang disebut faktor. Analisis Faktor adalah sebuah teknik yang digunakan untuk menarik faktor-faktor yang mampu menjelaskan hubungan atau korelasi antara berbagai indikator  independen yang diobservasi.

Analisis Faktor merupakan metode analisis multivariat yang didasarkan pada korelasi antar variabel. Analisis Faktor termasuk salah satu teknik statistika yang dapat digunakan untuk memberikan deskripsi yang relatif sederhana melalui reduksi jumlah variabel yang disebut faktor. 

Menurut Singgih Santoso (2012), secara prinsip Analisis Faktor merupakan suatu metode yang digunakan untuk menemukan hubungan antar sejumlah variabel yang saling independen antara satu dengan yang lain sehingga bisa dibuat satu atau lebih kumpulan peubah yang lebih sedikit dari jumlah variabel awal.

Menurut J. Supranto (2004), Analisis Faktor merupakan teknik statistika yang utamanya dipergunakan untuk mereduksi atau meringkas data dari variabel yang banyak diubah menjadi sedikit variabel.

Menurut Fruchter (1954), Analisis Faktor merupakan suatu metode untuk menganalisis sejumlah observasi, dipandang dari sisi interkorelasinya untuk mendapatkan apakah variasi-variasi yang nampak dalam observasi itu mungkin berdasarkan atas sejumlah kategori dasar yang jumlahnya lebih sedikit dari yang nampak.

Tujuan dari Analisis Faktor adalah untuk menggambarkan hubungan-hubungan kovarian antara beberapa variabel yang mendasari tetapi tidak teramati, kuantitas random yang disebut faktor (Johnson and Wichern, 2007).

Menurut Kachigan (1986), aplikasi penggunaan analisis faktor bertujuan untuk:
a. Identifikasi faktor yang mendasari
b. Penyaringan variabel (Screening of Variables)
c. Meringkas data (Summary of Data)
d. Memilih variabel (Sampling of Variables)
e. Pengelompokan Objek (Clustering of Objects)

Model Analisis Faktor yaitu: 
Xi = A1F1 + A2F2 + A3F3 + ... + AimFm + V1Ui

Dimana: 
Xi =  Variabel baku ke- i
Aij =  Koefisien regresi majemuk yang dibakukan dari variabel i atas faktor biasa j.
F =  Faktor biasa.
Vi =  Koefisien regresi yang dibakukan dari variabel i atas faktor unik i.
Ui =  Faktor untuk variabel i.
M =  Banyaknya faktor biasa.

Analisis faktor pada dasarnya dapat dibedakan seara nyata menjadi dua macam yaitu:
     1.    Analisis Faktor Explanatori
               Analisis Faktor Explanatori adalah suatu analisis yang digunakan untuk menguji antarvariabel yang yang dihipotesiskan. Pada analisis ini terdapat hipotesis yang akan diuji kebenarannya. Hipotesis ini menggambarkan hubungan antara dua variabel, untuk mengetahui apakah variabel bersosiasi ataukah tidak dengan variabel lainnya, atau variabel disebabkan atau dipengaruhi atau tidak oleh variabel lainnya, sehingga akan menghasilkan pengelompokan atau tepatnya abstraction dari banyak variabel menjadi hanya beberapa variabel baru atau faktor dengan maksud mudah untuk dikelola.

       2.    Analisis Faktor Konfirmatori
             Analisis Faktor Konfirmatori adalah suatu teknik analisis faktor dimana secara apriori berdasarkan teori dan konsep yang sudah diketahui dan yang sudah diketahui, dipahami, dan ditentukan sebelumnya, maka dibuat sejumlah faktor yang dibentuk serta variabel apa saja yang termasuk kedalam masing-masing faktor yang dibentuk dan sudah pasti tujuannya. Rumus yang digunakan untuk menguji validitas menggunakan konfirmatori sebagai berikut:

                    Indikator = Variabel Laten + Kesalahan Pengukuran

Analisis Faktor digunakan untuk mengetahui faktor-faktor yang dominan dalam menjelaskan suatu masalah. Misalnya suatu studi ingin mengetahui faktor-faktor yang dominan yang menentukan keberhasilan Program Keluarga Berencana. Misalnya ada sekitar 20 peubah bebas yang digunakan untuk menentukan hal tersebut. Analisis Faktor akan menentukan faktor-faktor apa saja dari 20 peubah yang merupakan faktor-faktor dominan dalam menentukan keberhasilan Program Keluarga Berencana.

Tahapan Analisis Faktor yaitu:


  1. Tabulasi data pada data view
  2. Pembentukan matrik korelasi
  3. Ekstraksi faktor
  4. Rotasi faktor
  5. Interpretasi faktor
  6. Pembuatan factor scores
  7. Pilih variabel surrogate atau tentukan summated scale

Langkah Analisis Faktor Dengan SPSS

Dalam analisis faktor ini kita menggunakan contoh kasus peningkatan pelayanan sebuah swalayan. Seorang manajer swalayan ingin mengetahui variabel-variabel apa yang dominan dipersepsikan oleh konsumen. Variabel-variabel tersebut kemudian dibuat kuesioner dan disebarkan pada pengunjung swalayan sebanyak 100 orang sebagai sampel. Variabel pertanyaan tersebut meliputi : kenyamanan, lokasi toko, kualitas produk, harga produk, tempat parkir, kebersihan, pelayanan kasir, keberagaman produk dan fasilitas, keindahan interior ruangan.


Langkah Analisis Faktor 1
Bagan 1 Langkah Analisis Faktor
Langkah-langkah :
  1. Dari menu SPSS Klik Analyze >> Dimension Reduction >> Factor
  2. Masukkan Semua variabel kuesioner ke dalam kotak variable (s)
  3. Klik Descriptive, Klik KMO Bartletts test of Sphericity dan anti Image
  4. Klik Initial Solution

Hasil Output sebagai berikut :
Tabel KMO and Bartlet's Test 1

Pada tabel KMO dan bartlett's test di atas terlihat angka KMO Measure of sampling Adequacy (MSA) adalah 0.568. Karena nilai 0.568 ('> 0.5). Hal ini menunjukkan kecukupan dari sampel. Angka KMO dan Bartlet's test (yang tanpak pada nilai chi-square) sebesar 574,473 dengan nilai signifikansi 0.000. hal ini menunjukkan bahwa adanya korelasi antar variabel dan layak untuk proses lebih lanjut.

Selanjutnya untuk mengetahui variabel mana yang dapat diproses lebih lanjut dan mana yang dikeluarkan dapat dilihat pada tabel Anti-image matrices di bawah ini.
Tabel Anti-image Matrices 1

Pada tabel Anti-image Matrice di atas, khusus pada bagian (anti Image Correlation) terlihat angka yang bertanda (a) yang menandakan besaran MSA sebuah variabel. Variabel kenyamanan 0.736, lokasi toko 0.659, Kualitas produk 0.569), harga produk 0.569, tempat parkir 0.520, kebersihan 0.652, pelayanan kasir 0.564, keberagaman produk 0.581, fasilitas 0.811 dan keindahan interior 0.517. Nilai MSA masing-masing variabel besarnya > 0.5 maka semua variabel dapat diproses lebih lanjut.

NB. Jika ada variabel yang nilai MSA < 0.5 maka dilakukan proses ulang dari awal dengan mengeluarkan variabel tersebut yang nilai MSA < 0.5.

Langkah analisis selanjutnya : 


  1. Dari menu SPSS, buka kembali analisis factor
  2. Tekan tombol reset
  3. Masukan semua variabel ke dalam kolom variables(s) karena semua variabel lolos uji pertama.
  4. Klik tombol Descriptive, Klik Initial solution, KMO and Bartlett's test of Sphericity, anti Image dan Klik Continue.
  5. Klik Extraction, Klik screee plot, Klik continue
  6. Klik Scores, Klik save as variable pilih regression.
  7. Klik Continue dan klik OK.
Tabel Communayies 1

Tabel Communalities, variabel kenyamanan besarnya 0,551. Hal ini berarti sekitar 55,1% varians dari variabel kenyamanan dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Variabel lokasi toko 0,483 hal ini berarti 48,3% varian dari variabel lokasi toko dapat dijelaskan oleh faktor yang terbentuk. Demikian juga untuk variabel yang lain. Semakin kecil nilai communalities berarti semakin lemah hubungannya dengan faktor yang terbentuk.
Tabel Total Variance Explained 1

 Pada tabel Total Variance Explained di atas menunjukkan ada 4 faktor yang terbentuk dari 10 variabel yang di masukkan. Masing-masing faktor eigenvalue > 1. Faktor 1 eigen value sebesar 2,938 dengan variance (29,382%), Faktor 2 eigenvalue sebesar 2,024 dengan variance (20,237%), Faktor 3 eigenvalue sebesar 1,193 dengan (11,933%) dan Faktor 4 eigenvalue sebesar 1,142 dengan variance (11,422%).

Nilai eigenvalue menggambarkan kepentingan relatif masing-masing faktor dalam menghitung varians dari 10 variabel yang di analisis. Bila semua variabel dijumlahkan bernilai 10 (sama dengan banyaknya variabel).
2,938/10 x 100% = 29,38%
2,024/10 x 100% = 20,24%
1,193/10 x 100% = 11,93%
1,142/10 x 100% = 11,42%

Total varians apabila dari 10 variabel diekstrak menjadi 4 faktor adalah :
29,382 % + 20,237% + 11,933 % + 11,422% = 72,974%

Besarnya varians yang mampu dijelaskan oleh faktor baru yang terbentuk adalah 72,974% sedangkan sisanya 27,026% dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti.
Gafik Scree Plot 1
Gambar Screeplot menerangkan hubungan antara banyaknya faktor yang terbentuk dengan nilai eigenvalue dalam bentuk grafik.
Tabel Rotated Component Matrix 1

Rotated Component matrix nilai loading faktor dari tiap-tiap variabel. Loading faktor merupakan besarnya korelasi antara faktor yang terbentuk dengan variabel tersebut. Untuk variabel kenyamanan, korelasi antara variabel kenyamanan dengan faktor 1 (0,173), faktor 2 (0,156), faktor 3 (-0,134), faktor 4 (0,692). Hal ini dapat dikatakan bahwa variabel kenyamanan masuk ke dalam Faktor 4, karena korelasinya paling tinggi diantara faktor yang lain. Demikian juga faktor loading untuk variabel yang lain.

Variabel lokasi toko nilai loading faktor dengan faktor 1 (0,265), faktor 2 (0,266), faktor 3 (0,170), faktor 4 (0,560). Maka variabel lokasi toko masuk ke Faktor 4.

Variabel kualitas produk nilai loading faktor dengan faktor 1 (0,161), faktor 2 (0,942), faktor 3 (-0,940), faktor 4 (0,40). Maka variabel kualitas produk masuk Faktor 2.

Variabel harga produk nilai loading faktor dengan faktor 1 (0,952), faktor 2 (0,163), faktor 3 (0,021), faktor 4 (0,081). Maka variabel harga produk masuk Faktor 1.

Variabel tempat parkir nilai loading faktor dengan faktor 1 (-0,088), faktor 2 (-0,110), faktor 3 (0,936), faktor 4 (0,052). Maka variabel tempat parkir masuk ke Faktor 3.

Variabel kebersihan nilai loading faktor dengan faktor 1 (0,233), faktor 2 (0,055), faktor 3 (0,413), faktor 4 (-0,110). Maka variabel kebersihan masuk Faktor 3.

Variabel pelayanan kasir nilai loading faktor dengan faktor 1 (0,166), faktor 2 (0,953), faktor 3 (-0,41), faktor 4 (-0,078). Maka variabel pelayanan kasir masuk ke Faktor 2.

Variabel keberagaman produk nlai loading faktor dengan faktor 1 (0,948), faktor 2 (0,176), faktor 3 (0,035), faktor 4 (0,036). Maka variabel keberagaman produk masuk Faktor 1.

Variabel fasilitas faktor nlai loading dengan faktor 1 (0,210), faktor 2 (0,206), dengan faktor 3 (-0,023) dan faktor 4 (0,643). Maka variabel fasilitas masuk ke Faktor 1.

Variabel keindahan interior nilai loading faktor dengan faktor 1 (0,948), faktor 2 (0,176), faktor 3 (0,035), faktor 4 (0,078). Maka variabel keindahan interior masuk Faktor 1.
Tabel Component Transformation Matrix 1

Tabel Component Transformation matrix, menunjukan hasil rotasi varimax. Variabel-variabel sudah terditribusikan ke masing-masing faktor yaitu 4 faktor yang terbentuk.

Setelah dilakukan rotasi dan terbentuk 4 faktor, selanjutnya memberi nama faktor tersebut. Penamaan faktor ini tergantung peneliti dan dapat mewakili variabel-variabelnya.

1. Faktor 1 terdiri dari variabel harga produk, keberagaman produk dan fasilitas. Diberinama Faktor Produk dan Fasilitas.
2. Faktor 2 terdiri dari variabel kualitas produk dan pelayanan kasir. Diberinama Faktor Kualitas dan Pelayanan.
3. Faktor 3 terdiri dari variabel kebersihan dan keindahan interior. Diberinama Faktor Kebersihan.
4. Faktor 4 terdiri dari variabel kenyamanan dan variabel lokasi toko. Diberinama Faktor Akses.


Catatan:
Analisis faktor dapat juga digunakan sebagai salah satu analisis untuk menanggulangi masalah multikolinieritas dalam regresi berganda, yaitu dengan mereduksi variabel-variabel independen yang mengalami problem multikolineritas. 

Sumber :
1. https://statmat.id/panduan-menguasai-metode-analisis-faktor/
2. https://www.slideshare.net/mobile/perikanankelautanunila/06-analisis-faktor
3. https://www.google.co.id/amp/s/www.statistikian.com/2014/03/analisis-faktor.html%3famp
4. http://www.statistikolahdata.com/2017/01/langkah-analisis-faktor-dengan-spss.html?m=1
5. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgti/article/download/2164/1887
6. https://media.neliti.com/media/publications/111532-ID-analisis-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.pdf
7. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/31507/1/Meinarini%20Catur%20Utami.pdf
8. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Analisis
9. https://statistikceria.blogspot.com/2013/03/teori-analisis-faktor-factor-analysis.html?m=1


Sosial media kami :
Line : @bsk6272o
Instagram : @hmps.statistika.unm
Facebook : Hmps Statistika Fmipa UNM
Youtube : HMPS Statistika FMIPA UNM
Blog : hmps-statistika-fmipa-unm.blogspot.com


Share:

Jumat, 10 April 2020

UNM : Study From Home & Work From Home Akibat Covid-19


UNM : Study From Home dan Work From Home Akibat Covid-19

Covid-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis corona virus. Virus ini menular dari orang lain yang telah terjangkit baik dari percikan langsung oleh penderita saat batuk maupun menyentuh benda-benda yang terkena percikan batuk penderita lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut. 

Penyebaran virus ini sangatlah cepat, bahkan penyebarannya telah terjadi secara global. Di Indonesia, virus Covid-19 sudah menyebar di berbagai daerah. Hal ini membuat pemerintah melakukan kebijakan demi mencegah penyebaran virus ini.

Salah satu cara pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan Social Distancing yaitu menjaga jarak dengan seseorang dengan menghindari kerumunan atau keramaian. Pencegahan yang lain adalah dengan memperketat akses keluar masuk wilayah daerah ataupun negara dan juga meliburkan sekolah, menutup tempat umum, tempat keramaian, objek wisata, dan sebagainya. 

Akibat dari kebijakan tersebut, semua sivitas akademika Universitas Negeri Makassar melakukan kegiatan Study From Home (SFH) dan Work From Home (WFH). Untuk kegiatan seminar proposal, seminar hasil, dan ujian tutup serta bimbingan tugas akhir, skripsi, tesis, dan disertasi akan dilakukan secara daring. Selain itu, kegiatan yang tidak memungkinkan dilaksanakan secara daring akan dijadwal ulang jika kondisi telah kondusif.

Untuk mengefisienkan kegiatan Study From Home dan Work From Home, UNM telah menyiapkan 3 fasilitas untuk mendapatkan bandwidth Internet hasil  kerjasama UNM :
- Telkom Indonesia memberikan bandwidth Internet secara unlimited kepada mahasiswa dan dosen SSO wifi.id UNM dimanapun terdapat hotspot wifi.id. Mahasiswa dan dosen dapat menggunakannya untuk mengikuti pembelajaran daring seperti lms.unm.ac.id, unm.kelase.com, zoom, googleclass, dan lainnya.
- Telkomsel dan Indosat memberikan kuota 30 GB bagi mahasiswa dan dosen yang menggunkan kartu Telkomsel dan Indosat untuk mengakses lms.unm.ac.id.
- Mahasiswa aktif akan diberikan subsidi voucher kuota Internet senilai Rp. 50.000 dengan mendaftarkan nomor telepon dan NIM-nya kepada ketua prodi untuk diverifikasi dan dilaporkan ke provider telekomunikasi. 

Sosial media kami :
Line : @bsk6272o
Instagram : @hmps.statistika.unm
Facebook : Hmps Statistika Fmipa UNM
Youtube : HMPS Statistika FMIPA UNM
Blog : hmps-statistika-fmipa-unm.blogspot.com
Share:

Minggu, 08 Maret 2020

Menuju PROPORSI II

Menuju PROPORSI II

Kegiatan Program Pelatihan Fasilitator Organisasi atau disebut PROPORSI akan kembali dilaksanakan, dimana sebelumnya kegiatan PROPORSI dilaksanakan pada April 2019 lalu. 

PROPORSI II ini menyusun tema kegiatan “Penguatan Daya Analitis untuk Mewujudkan Fasilitator yang Berkompeten” yang dilaksanakan pada tanggal 13 - 15 Maret 2020.

Pada kegiatan ini terdapat 3 alur kegiatan. Alur yang pertama(24-29 Februari 2020) yaitu Sosialisasi dan Seleksi Berkas yang meliputi: Sosialisasi, Registrasi, Wawancara, dan Pengumuman Calon Peserta. Selanjutnya, alur kedua(2-7 Maret 2020) yaitu Tahap I yang meliputi: Technical Meeting, Penugasan, Leaderless Group Discussion, dan Pengumuman Peserta, kemudian alur yang terakhir(9-15 Maret 2020) yaitu Tahap II yang meliputi: Pelaksanaan Pelatihan dan Pengumuman Lulusan PROPORSI II. 

Kata "fasilitator" mungkin masih asing bagi sebagian orang. Umumnya, fasilitator adalah orang yang menyediakan fasilitas. Namun, bukan berarti fasilitator adalah orang yang menyiapkan peralatan untuk kebutuhan suatu kegiatan, melainkan fasilitator berfungsi untuk membantu sekelompok orang untuk memahami tujuan bersama dan membantu merencanakan upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan tanpa mempunyai kepentingan khusus dalam proses diskusi.

Kegiatan PROPORSI II ini dilaksanakan guna mengembangkan potensi kader terkait kefasilitatoran. Sehingga kedepannya diharapkan mereka bisa menjadi fasilitator yang handal dan mampu membawa HMPS Statistika FMIPA UNM ke arah yang lebih baik. 

Sosial media kami :
Line : @bsk6272o
Instagram : @hmps.statistika.unm
Facebook : Hmps Statistika Fmipa UNM
Youtube : HMPS Statistika FMIPA UNM
Blog : hmps-statistika-fmipa-unm.blogspot.com
Share:

Kamis, 20 Februari 2020

Struktur Kepengurusan HMPS Statistika FMIPA UNM Tahun 2020

Struktur Kepengurusan HMPS Statistika FMIPA UNM Tahun 2020

Salam Statistika!

Proses regenerasi kepengurusan HMPS Statistika FMIPA UNM kembali dilaksanakan, dimana kepengurusan baru untuk periode tahun 2020 telah dilantik secara resmi pada tanggal 17 Januari 2020.

Kepengurusan pada periode ini diharapkan mampu membawa HMPS Statistika mencapai tujuan dan cita-citanya. Adapun tujuan HMPS Statistika FMIPA UNM yaitu “membina kesadaran intelektual, spiritual, dan emosional mahasiswa statistika yang turut bertanggung jawab atas terwujudnya tatanan masyarakat ilmiah dengan menjunjung tunggi norma dan nilai-nila pancasila”.

Melalui Pemilu Raya yang telah dilaksanakan 18-19 Desember 2019, A. Juanda B. Syahputra terpilih sebagi Ketua Umum HMPS Statistika Tahun 2020. Visi dan misi ketua umum yaitu :

 Visi :
Mewujudkan HMPS Statistika FMIPA UNM menjadi lembaga kemahasiswaan yang kreatif, inovatif, dan profesionalis dengan asas kekeluargaan yang dilandasi dengan iman dan taqwa.
Misi :
1. Menjadikan Himpunan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas dan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.
2. Menjadikan Himpunan sebagai wadah yang menampung dan menyalurkan aspirasi seluruh mahasiswa Statistika.
3. Meningkatkan A.K.S.I di Himpunan demi terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.
4. Membangun koordinasi yang aktif dan berkesinambungan antara semua elemen di Statistika.

Adapun Struktur Kepengurusan HMPS Statistika FMIPA UNM Tahun 2020 yaitu :

Pembina
Muhammad Fahmuddin S.Pd., M.Si.
Dr. Ruliana S.Pd., M.Si.

Badan Pertimbangan Organisasi
Koordinator : Muhammad Ahkamal Ahmad
Anggota :
- Muh. Fauzan Ananda
- Nur Ikhwana
- Ahmad Reza Wahyudi
- Alfaris Iskandar

Ketua Umum : A. Juanda B. Syahputra
Sekretaris Umum : Muhammad Alif Athallah A.
Wakil Sekretaris Umum : Sri Wahyuni Aenul Mardiyah
Bendahara : Nur Afifah Indarwaty Hamlar

Bidang 1 Pendidikan dan Pelatihan
Ketua Bidang : Chaerul Anwar
Anggota :
- Muh. Alsyar
- Muhammad Rafli A.
- Amalia Aulia Yahub
- Megawati Nandar
- Suci Amaliah

Bidang 2 Keilmuan
Ketua Bidang : Syahrir R.
Anggota :
- Ibnu Abdul Hadi
- Andi Erfina Jasman
- Fitriani
- Maria Dominggo Wea
- Nurul Hidayah A. Djanggola

Bidang 3 Riset dan Advokasi
Ketua Bidang : Nurfauzan
Anggota :
- Abdur Rachman Arief
- Andi Shahifah Muthahharah
- Elma Sulistiawati Husain
- Fithriyah Azzahrah
- Isnaeni R.
- Nurul Ilmi

Bidang 4 Pengembangan Potensi Mahasiswa
Ketua Bidang : M. Zaldy
Anggota :
- Ashabul Kausar
- Fauziah
- Nadia Nurul Fatimah
- Nurul Maulidya Al-Izani
- Rita Ramadhani
- Wulan Maulia Isnaini

Bidang 5 Sosial dan Komunikasi
Ketua Bidang : Muh. Gunadil Ukra
Anggota :
- Andi Ilham Azhar Mangkona
- Avellin Bunga Datu
- Febriyanti B.
- Nurtiwi
- Saida

Sosial media kami :
Line : @bsk6272o
Instagram : @hmps.statistika.unm
Facebook : Hmps Statistika Fmipa UNM
Youtube : HMPS Statistika FMIPA UNM
Blog : hmps-statistika-fmipa-unm.blogspot.com
Share:

Senin, 10 Februari 2020

Visi dan Misi Ketua Umum HMPS Statistika FMIPA UNM Tahun 2020

Visi dan Misi Ketua Umum HMPS Statistika FMIPA UNM Tahun 2020


Visi :

Mewujudkan HMPS Statistika FMIPA UNM menjadi lembaga kemahasiswaan yang kreatif, inovatif, dan profesionalis dengan asas kekeluargaan yang dilandasi dengan iman dan taqwa.


Misi :

- Menjadikan Himpunan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas dan prestasi baik di bidang akademik maupun nonakademik.

- Menjadikan Himpunan sebagai wadah yang menampung dan menyalurkan aspirasi seluruh mahasiswa statistika.

- Meningkatkan A.K.S.I di Himpunan  demi terwujudnya Tri Darma Perguruan Tinggi.

- Membangun koordinasi yang aktif dan berkesinambungan antara semua elemen di Statistika.
Share:

Senin, 02 Desember 2019

Advokasi Dasar

ADVOKASI

Advokasi, mungkin merupakan kata yang cukup tidak asing dikalangan mahasiswa. Namun, tidak sedikit diantara mereka yang kurang memahami arti sebenarnya dari kata advokasi tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, advokasi dapat diartikan sebagai sebuah pembelaan. Misalnya digunakan pada kalimat “penggagas berdirinya lembaga bantuan hukum ini kembali menekuni dunia advokasi”. Sedangkan advokat adalah ahli hukum yang berwenang sebagai penasihat atau pembela perkara dalam pengadilan atau bisa disebut juga sebagai seorang pengacara. Berikut ini akan dijelaskan beberapa pengertian dari advokasi :

Advokasi (LBH Malang, 2008:7) adalah usaha sistimatis secara bertahap (inkremental) dan terorganisir yang dilakukan oleh kelompok atau organisasi profesi untuk menyuarakan aspirasi anggota, serta usaha mempengaruhi pembuat kebijakan publik untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada kelompok tersebut, sekaligus mengawal penerapan kebijakan agar berjalan efektif

advokasi menurut  Mansour Faqih (Satrio Aris Munandar  2007: 2) adalah: media atau cara yang digunakan dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu. Advokasi lebih merupakan suatu usaha sistematis dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan terjadinya perubahan dalam kebijakan publik secara bertahap maju

Advokasi adalah aksi yang strategis dan terpadu, oleh perorangan atau kelompok masyarakat untuk memasukkan suatu masalah ke dalam agenda kebijakan, dan mengontrol para pengambil keputusan untuk mengupayakan solusi bagi masalah tersebut sekaligus membangun basis dukungan bagi penegakan dan penerapan kebijakan publik yang di buat untuk mengatasi masalah tersebut. (Manual Advokasi Kebijakan Strategis, IDEA, Juli 2003)

Advokasi melibatkan berbagai strategi yang ditujukan untuk mempengaruhi pengambilan keputusan publik baik di tingkat lokal, nasional dan internasional; dalam advokasi itu secara khusus harus memutuskan: siapa yang memiliki kekuasaan dalam membuat keputusan; bagaimana cara mengambil keputusan itu; dan bagaimana cara menerapkan dan menegakkan keputusan.” (Lisa VeneKlassen and Valerie Miller, The Action Guide for Advocacy and Citizen Participation, Washington D.C.: The Asia Foundation, 2002)

Advokasi juga merupakan langkah untuk merekomendasikan gagasan kepada orang lain atau menyampaikan suatu issu penting untuk dapat diperhatikan masyarakat serta mengarahkan perhatian para pembuat kebijakan untuk mencari penyelesaiannya serta membangun dukungan terhadap permasalahan yang diperkenalkan dan mengusulkan bagaimana cara penyelesaian masalah tersebut.

Berdasarkan pengertian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa advokasi lebih merupakan suatu usaha sistematik dan terorganisir untuk mempengaruhi dan mendesakkan perubahan, dengan memberikan sokongan dan pembelaan terhadap kaum lemah (miskin, terbelakang, dan tertindas) atau terhadap mereka yang menjadi korban sebuah kebijakan dan ketidak-adilan.

Adapun unsur-unsur advokasi adalah sebagai berikut:
Penetapan tujuan advokasi
Penempatan data yang konkrit
Identifikasi sasaran
Pengembangan dan propaganda
Membangun koalisi
Membuat presentasi
Aksi
Evaluasi

Advokasi ketika dikaitkan dengan skala masalah yang dihadapi  dikategorikan kepada tiga jenis (Satrio Aris Munandar  2007: 2) adalah:
1) Avokasi diri yaitu advokasi yang dilakukan pada skala lokal dan bagkan sangat pribadi misalnya saja ketika seoarang mahasiswa tiba-tiba diskorsing oleh pihak universitas tanpa ada kejelasan maka advokasi yang dilakukan adalah dengan cara mencari kejelasan atau klarifikasi pada pihak universitas.
2) Advokasi kasus yaitu advokasi yang dilakukan sebagai proses pendampingan terhadap orang atau kelompok tertentu yang belum memiliki kemempuan membela diri dan kelompoknya.
3) Advokasi hukum adalah serangkaian tindakan yang dilakukan oleh ahli hukum dan atau lembaga bantuan hukum dalam bentuk konsultasi, negosiasi, mediasi, serta pendampingan baik di dalam dan di luar pengadilan yang bertujuan untuk menyelesaikan sengketa yang berdimensi hukum.

Berdasarkan pengertian di atas akhiran si pada kata advokasi dapat diartikan proses atau hasil. Sehinga dapat disimpulkan bahwa kata advokasi secara sempit adalah cara ataupun tindakan yang dilakukan penasehat ataupun pembela perkara di dalam pengadilan.

Setelah mengetahui pengertian yang sebenarnya dari kata advokasi diharapkan agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa dan orang-orang yang telah menempuh jenjang pendidikan yang tinggi mampu melaksanakan advokasi secara baik dan benar serta tepat sasaran. Lebih-lebih mahasiswa dan orang-orang yang sedang atau bahkan telah menyelesaikan pendidikan dibidang hukum, mereka harus melakukan advokasi secara lebih terperinci agar kebenaran bisa ditegakkan dan yang bersalah dapat dihukum sesuai dengan kesalahannya. Dengan demikian, bangsa Indonesia ini dapat menjadi negara yang benar-benar berlandaskan hukum yang bersumber dari Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

Share:

NEW ENTRY

Bidang-Bidang HMPS Statistika FMIPA UNM Tahun 2020

BLOGROLL

Labels

Visi dan Misi

Sekretariat

Sekretariat
Kampus UNM Parang Tambung, Jalan Mallengkeri, Parang Tambung, Mangasa, Kec. Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90224